Pages

Subscribe:

Pengikut

About Me

Foto saya
Hidup itu penuh perjuangan... Kita gak akan ngerasain kesuksesan yang sejati kalau gak memulainya dari bawah... Belajarlah hidup sederhana sejak dini agar setelah dewasa gak bergantung terus sama orang lain... Fighting^,^

Selasa, 07 Februari 2012

SarrrrraaaAAApppp^,^

Oppa Jelek
Eonni Cantik 
Haha:D

07 Feb 2012

Hari Ini Di Kelas XII Multimedia.....
Kenapa siihh...ga banyak guru yang masuk ke kelas?????
Padahal kan bentar lagi UN.... Pada males kali yeeee:D
Kita pasti BISA anak**.....Fighting ! ^,^

Jumat, 20 Januari 2012

KAMERA DSLR


fungsi kamera adalah alat yang digunakan untuk mengambil gambar. saat ini perkembangan kamera dslr sangat pesat dan canggih sekali. bagi yang masih awam dengan dslr ini, marilah kita sama-sama belajar.
pertama-tama marilah kita mengerti apa sih dslr itu?
- dslr itu adalah digital single lens reflex, maksudnya ialah sebuah kamera dengan sistem digital (menggunakan prosessor, chip, memory, dan kecanggihan teknologi dalam menangkap gambar) yang memakai satu buah lensa yang terpasang di body kamera tersebut. reflex mirror didalam kamera akan naik ke atas disaat kamu menekan tombol shutter dan di saat itu sensor gambar di dalam kamera akan merekam suatu gambar.

apa saja sih bagian-bagian di kamera dslr itu?
- eyepiece (dudukan mata) = dudukan untuk mata kita disaat melihat ke viewfinder.

- viewfinder (jendela bidik) = viewfinder menggunakan metode pentaprisma (bentuk segilima) yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan sensor image. cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh mirror (kaca cermin pantul) dan mengenai pentaprisma. pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai viewfinder (jendela bidik). saat tombol shutter dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai sensor image.
- image sensor (sensor penangkapan gambar) = sebuah sensor yang digunakan untuk mengolah dan menangkap suatu gambar yang terdapat di dalam sebuah kamera. ukuran sensor ada bermacam-macam, yaitu APS-C berukuran 15x23mm, APS-H berukuran 19x29mm, dan FULL-FRAME 24x36mm (sama dengan besar ukuran film).
- shutter release (tombol mengambil gambar) = sebuah tombol untuk mengambil sebuah gambar pada kamera, biasa ditekan di tangan kanan dengan memakai jari telunjuk.
-   flash (cahaya seperti blits) = flash biasanya digunakan untuk menolong kita dalam mengambil foto dalam keadaan gelap.
-          hotshoe (dudukan eksternal flash) = sebuah dudukan untuk eksternal flash yang biasanya berada di tengah atas body kamera.
-          lens (lensa) = sebuah lensa yang tertanam di mount body kamera (lensa bisa dilepas dr body dan diganti) yang berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu ditangkap oleh image sensor. di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus. karakter lensa itu ada 5, wide (melebar), macro (memperbesar),tele (zoom), tilt & shift dan fish eye. dan jenis lensa ada 2 fix (tidak bisa dirubah seperti, 50mm) dan zoom (ada rangenya seperti, 17-85mm). lensa juga mempunya fitur is (image stabilizer) untuk meredam getaran dari tangan dan usm (ultrasonic motor) untuk mempercepat dan sunyi dalam pencarian focusing. *is usm kode di jenis kamera dlsr canon. fitur tersebut di lensa kamera dslr lainnya juga ada, tapi kode nama yang lain tetapi dengan fungsi yang sama.


penjelasan lensa :

+ lensa wide = Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.

+ lensa tele = lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
-          + lensa zoom = merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.

+ lensa makro = lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

+ lensa fish eye = lensa fish iye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.

- lenshood = sebuah tambahan pada lensa untuk mengurangi cahaya yang berlebih, dampak flare dan pelindung bagian depan permukaan lensa, dan juga sebagai penambah tampilan lensa agar terlihat lebih sangar. *ingat : pemakaian hood yang tidak sesuai dengan seri lensanya akan menimbulkan vignetting (vignetting = flek hitam pada sisi-sisi ujung hasil gambar).

- LCD monitor (layar LCD) = untuk melihat hasil gambar dan memantau mode yang kita pakai untuk mengambil gambar.

- titik focus = jika kamu melihat ke dalam viewfinder, maka kamu akan melihat sebuah titik-titik kecil yang tersebar (banyaknya titik tergantung jenis dan model kamera) dimana titik focus itu untuk membantu kamu mencari focus gambar yang mau diambil.
setelah mengetahui apa saja bagian-bagian kamera dslr tersebut, mari kita melanjutkan ke step yang selanjutnya, yaitu mari kita sama-sama belajar teknik apa saja yang harus diperhatikan dalam pengambilan sebuah gambar. perhatikan hal-hal sebagai berikut :

- shutter speed (to shut = menutup) = pada waktu kita menekan tombol untuk memotret, terjadi pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai image sensor. pekerjaan shutter adalah membuka dan kemudian menutup lagi. shutter speed adalah kecepatan shutter membuka dan menutup kembali. shutter speed dapat kita atur. Jika kita memilih 1/100, maka ia akan membuka selama 1/100 detik. skala shutter speed bervariasi. ada yang B, 1, ½, ¼, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. mulai dari ½ sampai 1/1000 biasanya hanya disebut angka-angka dibawah saja. artinya 100 = 1/100 dan 2 artinya ½ detik. namun jika angka 2 itu berwarna, maka artinya adalah 2 detik. sedangkan B artinya bulb, yaitu jika tombol ditekan maka shutter membuka, dan ketika tombol dilepaskan maka shutter menutup. yang perlu diingat adalah, semakin lama kecepatan shutter, jumlah cahaya yang masuk akan semakin banyak. semakin besar angkanya, maka kecepatan shutter akan semakin tinggi (shutter akan semakin cepat membuka dan menutup). tips :

+ speed cepat = speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. semakin cepat pergerakan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang kita butuhkan.
+ speed lambat = jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya ialah gambar akan tampak kabur, seakan-akan disapu, namun latar belakangnya jelas. efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
+ panning = cara lain adalah dengan menggerakkan kamera ke arah gerak objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. hasil gambarnya ialah latar belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakan panning. jika gerakannya bersama-sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasilnya akan blur (kabur).
- diafragma atau aperture (atau sering disebut bukaan) = berfungsi untuk mengatur jumlah volume cahaya yang masuk. fungsi ini biasanya terdapat di belakang lensa. terdiri dari 5-8 lempengan logam yang tersusun dan dapat membuka lebih lebar atau lebih sempit. penulisan angka diafragma biasanya adalah f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, dan f/16, dst. semakin kecil angka diafragma, maka bukaan yang dihasilkan akan semakin lebar sehingga cahaya yang masuk semakin banyak. tips :
+ bukaan besar = bukaan diafragma yang besar (angka f kecil) digunakan untuk menghasilkan foto dengan subjek yang tajam dengan latar belakang blur.

+ bukaan kecil = bukaan kecil (angka f besar) akan menghasilkan gambar yang tajam mulai dari foreground hingga background. bukaan kecil biasanya digunakan dalam pemotertan landscape yang memang membutuhkan detail dan ketajaman di selurh bagian foto.

- depth of field = jumlah jarak antara subjek yang paling dekat dan yang paling jauh yang dapat muncul di fokus tajam sebuah foto. misalnya, jika kita memotret pohon-pohon yang berdiri bersaf-saf, maka yang akan tampak pada foto yang telah dicetak adalah beberapa pohon di depan tampak jelas kemudian makin ke belakang makin kabur. depth of field sangat tergantung pada :
+ diafragma = semakin kecil bukaan diafragma, semakin besar depth of field yang dihasilkan. Bukaan penuh akan menghasilkan depth of field yang sangat dangkal.
+ jarak fokus lensa (focal length) = semakin panjang focal length, semakin sempit depth of field. Maka dari itu, lensa wide angle memiliki depth of field yang sangat besar.
+ jarak pemotretan = semakin dekat jaraknya, semakin sempit depth of field yang dihasilkan.
fungsi depth of field adalah untuk mengaburkan latar belakang jika latar tersebut tidak sesuai dengan subjeknya.
- expossure (pencahayaan) = adalah kuantitas cahaya yang diperbolehkan masuk, intensitas (diatur oleh bukaan lensa) dan durasi (diatur oleh shutter speed) cahaya yang masuk dan mengenai image sensor. iso tinggi, memerlukan sedikit cahaya untuk menghasilkan gambar yang jelas. sebaliknya, iso rendah memerlukan banyak cahaya untuk menghasilkan gambar yang jelas. *ingat : iso tinggi dapat menyebabkan hasil gambar timbul noise (bintik2 pixel yang kasar) sehingga dapat mengurangi kualitas foto.
- light-meter = jika light-meter menunjukkan kekurangan cahaya, maka kita bisa memperkecil bukaan diafragma atau memperlambat shutter speed. sebaliknya, jika light-meter menunjukkan kelebihan cahaya maka kita bisa memperbesar bukaan diafragma atau mempercepat shutter speed. permasalahan :
+ overexposure = merupakan keadaan dimana jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak. gambar yang dihasilkan akan terlalu terang.
+ underexposure = merupakan keadaan dimana jumlah cahaya yang masuk terlalu sedikit. Keadaan ini menghasilkan gambar yang gelap.

- focus = dalam mencari focus ada 2 cara yaitu dengan manual focus (memutar ring focus secara manual dengan tangan) dan autofocus (focus mencari dengan auto) biasanya fitur tersebut ada pada lensanya. *ingat : terkadang manual focus bisa mendapatkan hasil yg lebih optimal, dan terkadang autofocus suka lari dari focus objek yang kita inginkan.



setelah mempelajari tehnik-tehnik dasar belajar kamera dslr diatas kamu perlu mengutak-atik lagi dslr kamu, carilah tone dan pewarnaan yang pas sesuai dengan karakter jiwa kamu. settinglah :

- sharp = untuk ketajaman gambar.

- contrast = untuk mereprentasi suatu gambar.

- saturation = tingkatan dimana suatu warna tidak dapat dipengaruhi (ditipiskan, dipudarkan) oleh sinar putih.

- color tone = memilih pewarnaan lebih cenderung ke warna apa yang dominan yang akan kamu setting.

- white balance = menambahkan efek warna yang akan kamu pilih.

masih banyak lainnya seperti menggunakan mode sephia, black and white, dll. tergantung keinginan diri kita masing-masing mau pakai yang mana.

saatnya sekarang kamu ambil kamera dslr kamu dan cobalah teori-teori diatas, tapi ingat sebelum kamu mencobanya, cek dahulu :

- pastikan baterenya dalam kondisi terisi dengan baik sehingga dapat dipakai.

- pastikan memory cardnya dalam kondisi tidak penuh.

- pastikan mata kamu dalam kondisi sehat (tidak seperti baru bgn tidur).

- pastikan tangan kamu dapat memegang kamera dengan kuat agar tidak terjadi getaran yang mengakibatkan shake pada hasil gambar. *tips : olahraga tanganlah tiap pagi atau memakai tripod agar tidak usah memegang kamera (biasanya sangat diperlukan dalam foto malam).

- dan selalu pastikan bahwa kamu sedang memegang kamera dslr kamu agar kamu bisa mengambil gambar yang kamu mau ambil.

dan jagalah kamera dslr kamu itu, jagalah dari debu dan suhu yang panas, bersihkanlah setelah memakainya. *disarankan mempunyai lap lensa, lenspen, blower dan tas untuk penyimpanan kamera dslr kamu itu, dan sisipkanlah silica gel, agar kondisi dalam tas kamera kamu tetap kering dan tidak lembab.

maaf jika masih banyak kekurangan, karena saya sendiri masih belajar.

SELAMAT MENCOBA!